Rabu, 14 Desember 2016

TUGAS ILMU PENGETAHUAN ALAM


SMK NEGERI 1 TAMBUN SELATAN

DAFTAR NAMA XI. ADMINISTRASI PERKANTORAN 2


1.     Ade Rahman                                   
2.     Alfiyani
3.     Alifia Mayang Suci
4.     Amelia Agustin
5.     Annisa Oktaviani
6.     Afriani Olicis
7.     Avilia Puspita Sari
8.     Ayu Puspita Wardani
9.     Ayu Tania
10. Ahamad Fauzi
11.   Balqis Putri
12.  Choirun Nissa
13.  Ahmad Fauzi
14.  Destia Iskarini
15.  Dewi Malaiha
16.   Diah Surya Ningsih
17.   Diyana
18.   Eprilliana
19.   Esterinna Lubis 
20.  Eulis Lestari
21.   Gita Indah Sucitra
22.  Intan Dzahabbiyah
23.  Ira Maya Sopha
24. Kurniawan Dwi Abadi
25.    Maharani Nur
26. Mey Miranda
27. Nanda Kwartika
28. Nanda Nursyifa
29. Niken Elvira
30. Novindra Putri
31.  Nuraida Puji
32.   Nur Azizah
34.   Putri Aulia Nisa
35.   Reni Nuraini
36.   Ria Dwi Utami
37.    Riska Fitria Ningsih
38.    Safitri Febriyanti
39.     Sari Youliati 
40.    Suhana 
41.     Sheyln Veronica
42.    Syifa Novianti Nabilah
43.   Tasya Rifka
44. Tihara
45. Tita Nurail
46. Yulia Rahman









BAB I
LIMBAH DAN SAMPAH

A.    Identifikasi Limbah dan Sampah

1.     Pengertian Sampah dan limbah
Menurut UU NO. 32 Tahun 2009 (tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup), limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan. Jadi maksud dari pengertian limbah ini adalah  sisa dari suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan manusia. Baik dalam bentuk atau wujud maupun jenisnya, baik yang sudah dibuang atau belum, atau siap pakai atau tidak. Sedangkan sam,pah menurut UU No. 18 Tahgun 2008 (tentang Pengelolaan Sampah), sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat.
Dari kedua pengertian ini, maka limbah memiliki cangkupan lebih luas dan sampah merupajkan bagian dari pengertian limbah ini. Dapat dikatakan juga sampah adlah limbah padat.

2.     Jenis-Jenis Sampah dan Limbah
Limbah berdasarkan wujud nya dibagi menjadi 3 jenis yaitu padat, cair, dan gas, sedangkan berdasarkan bahan asalnya (dari aspek kimiawi) dapat dikeloimpokkan menjadi limbah organik dan anorganik atau nonorganik.
Limbah berdasarkan sifat fisik atau wujudnya dikelompokkan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.
a.     Limbah Padat 
b.     Limbah Cair
c.      Limbah Gas
Dalam sanitasi dan kesehatan lingkungan, macam limbah dapat dibedakan menjadi berikut.
a.     Garbage (sisa makanan yang mudah membusuk)
b.     Rubbish (tidak mudah membusuk)
c.      Ashes (segala jenis abu)
d.     Dead animal (segala jenis bangkai terutama yang besar)
e.     Street Sweeping (jenis sampah yang berserakan dijalan)
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, sifat umum limbah B3 adalah mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif.
3.     Sumber Sampah atau Limbah
Dalam kehidupan sehari-hari , ada beberapa sumber penghasil sampah antara lain sebagai berikut.
a.     Sampah dari permukiman penduduk
b.     Sampah dari pertanian dan perkebunan
c.      Sampah dari perdagangan dan tempzat umum
d.     Sampah dari sarana layanan masyarakat
e.     Sampah dari industri
f.       Sampah perkotaan
B.     Sifat-Sifat Limbah dan Sampah
Limbah atau sampah anprganik secara umum dapat digolongkan menjadi logam dan nonlogam. Sifat limbah atau sampah anorganik sangat ditentukan oleh sifat bahan dasarnya secara fisik dan kimiawi.
Potensi bahaya limbah atau sampah bagi manusia secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh wujud, ukuran,, dan sifat dari materi asalnya. Limbah atau sampah organi8k memiliki sifat utama adalah kemampuan dan kemudahan dekomposisi alamiahnya.
Penguraian sampah organik dapat terjadi dalam dua kondisi yaitu anaerob (membutuhkan oksigen) dan aerob (tidak membutuhkan oksigen), bergantung pada jenis mikroorganisme pengurainnya.
Untuk limbah atau sampah anorganik yang perlu diperhatikan berdasarkan potensi yang dimiliki, ada 4 sifat yaitu
1.     Keterbakaran
2.     Korosivitas
3.     Reaktivitas
4.     Toksisitas

C.     Penanganan Sampah di Sumber Sampah
Upaya pengurangan samapah disumbernya perlu didukung dengan pemberian insetif yang dapat mendorong masyarakat untuk senantiasa melakukaan kegiatan 3R. Insetif tersebut dapat berupa pengurangan retribusi sampah, pemberian kupon belanja pengganti kupon plastik, penghargaan tingkat kelurahan, dan lain-lain.
Penanganan sampah dari sumbernya, yang meliputi pemisahan/sortasi, penyimpanan, dan pengelolaan, merupakan tahap kedua dalam kegatan pengolaan sampah.
1.     Penanganan dan pemisahan sampah dari sumbernya
2.     Tanggung Jawab Penanganan di Sumber Sampah
3.     Penanganan dan Pemisahan Sampah di Permukiman Penduduk
a.     Rumah tunggal
b.     Rumah susun (rusun) rendah terdiri atas < 4 lantai
c.      Rusun medium terdiri atas 4-7 lantai
d.     Rusun tinggi terdiri atas > 7 lantai
4.     Penyimpanan sampah
a.     Pengaruh dari masa penyimpanan terhadap sampah
1). Dekomposisi mikrobiologik
2). Penyerapan air
3). Kontaminasi komponen sampah
b.  Jenis kontainer yang digunakan
1)    Klasifikasi wadah
a.     Tetap
b.     Semitetap
c.      Nontetap
2)    Pola Penampungan
a.     Individual
b.     Komunal
3)    Jenis peralatan dan sumber sampahnya
4)    Persyaratan bahan kontainer atau wadah

5.     Pengolahan sampah di permukiman
6.     Pemisahan atau pemilahan sampah
7.     Kompaksi/pemadatan sampah


BAB II
PENCEMARAN

A.    Indentifikasi Pencemaran
1.     Pengertian Pencemaran
Menurut Ketentuan Umum Undang Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan HidupNo. 32 Tahun 2009, pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehiungga melampaui baku mutu lingkungan hidupyang telah ditetapkan. 
Polutan adalah zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran. Suatu zat yang dikatakan polutan, mempunyai syarat yaitu bila keberadaan polutan tersebut dapat menyebabkan kereugian terhadap makhluk hidup. 
2.     Standar Baku Mutu Lingkungan
Penentuan terjadinya pencemaran lingkungan hidup diukur melalui baku mutu lingkungan hidup. Baku mutu lingkungan menurut undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup , zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.
Baku mutu lingkungan ini berfungsi untuk menentukan terjadinya pencemaran lingkungan hidup. Sedangkan baku mutu lingkungan hidup meliputi baku mutu air, air limbah, air laut, udara ambien, emisi, dan baku mutu gangguan. 
a.     Baku mutu air 
ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada, dan atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya didalam air.
b.     Baku mutu air limbah
Ukuran batas atau kadar polutan yang ditenggang untuk dimasukan ke media air
c.      Baku mutu air laut 
Ukuran batas atsu kadar makhluk hidup, zat, energi atau komponen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaanya didalam air alut
d.     Baku mutu udara ambien 
ukuran  batas atau kadar zat, energi, dan atau komponen yang seharusnya ada dan atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaan dalam udara ambien
e.     Baku mutu emisi 
ukuran batas atau kadar polutan yang ditenggang untuk dimasukan ke media udara.
f.       Baku mutu gangguan
ukuran batas unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya yang meliputi unsur getaran, kebisingan, dan kebauan
3.     Proses Polusi atau Pencemaran
Pencemaran ataupolusi dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, bahan pencemarnya, dan tingkat pencemarannya.
a.       Berdasarkan tempat terjadinya dibedakan menjadi berikut.
1). Pencemaran Air
2). Pencemaran Udara
3). Pencemaran Tanah
b. Menurut bahan pencemarnya (polutan) dibedakan menjadi berikut                                
1). Pencemaran Fisik
2). Pencemaran Kimiawi
3). Pencemaran biologi
c  Berdasarkan tingkat pencemarannya dibedakan menjadi 3, yaitu.
       1). Pencemaran yang mengakibatkan gangguan ringan pada pacaindra dan tubuh
2). Pencemaran yang mengakibatkan sakit kronis
3). Pencemaran yang menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan dikarenakan besarnya kadar zat-zat pencemar
B. Pencemaran Air
Di Indonesia, tata guna air diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air. Sumber daya air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung didalamnya. Air permukaan adalah semua airyang terdapat pada permukaan tanah. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan dibawah permukaan tanah. 
Air merupakan pelarut universal yang artinya hampir semua zat dapat larut dalam air. Adapun dalam pencemaran air terjadinya penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurnianny. Air yang sehat harus mempunyai persyaratan sebagai berikut.
1.     Syarat Fisik
2.     Syarat Bakteriologis
3.     Syarat Kimia
Air mempunyai tiga wujud yaitu padat (es, salju), cair, dan gas. Jenis polutan dalam air akan berpengaruh pada ciri-ciri air yang mengalami polusi. Polutan air, berdasarkan perbedaan sifat-sifatnya terdiri dari sebagai berikut.
a.     Bahan organik dan anorganik
b.     Senyawa yang beracun/berbau/iritatif
c.      Bahan yang berbau gas 
d.     Bahan padat/keras/tajam yang terapung dan tenggelam.
e.     Mikroorganisme
f.       Bahan radioaktif
g.     Logam berat/beracun
h.     Sabun/detergen
1.     Sumber-sumber yang dapat menyebabkan pencemaran air  adalah sebagai berikut.
a.   Domestik (Rumah Tangga) 
merupakan semua buangan yang berasal dari rumah tangga meliputi kamar mandi, dapur, kakus, dan tempat cuci pakaian.
b.  Nondomestik 
merupakan limbah yang berasal dari pembuangan sisa produksi dalam industri, lahan pertanian, pertenakan, dan perikanan.
2.     Sifat-Sifat Air Tercemar
a.     Nilai pH
Air yang normal mempunyai Ph antara 6 sampai 8, sedangkan pH yang tercemar berbeda-beda bergantung dari jenis buangannya.
b.     Suhu
Hal berikut yan g menyebabkan kenaikan suhu air karena air buangan tersebut, yang menyebabkan beberapa akibat anatara lain sebagai berikut.
1.     Jumlah oksigen terlarut di dalam air menurun
2.     Kecepatan reaksi kimia meningkat
3.     Kehidupan ikan dan hewan air alinnya terganggu
4.     Jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewan air lainnya mungkin akna mati.
c.      Zat Padat
Berdasarkan besar partikelnya dan sifat kelarutannya, padatan dapat dibagi menjadi 4 kelompok yaitu.
1.     Pdatan terendap
2.     Padatan tersuspensi dan koloid
3.     Padatan terlarut
4.     Minyak dan lemak
3.     Pengelolaan Air
Ada beberapa cara pengelolan air minum antara lain sebagaI beriku.
a.     Pengelolaan secara alamiah
b.     Pengelolaan air dengan menyaring
c.      Pengelolaan air dengan menambahkan zat kimia
d.     Pengelolaan air dengan mengalirkan udara
e.     Pengelolaan air dengan memanaskan sampai mendidih
f.       Pengelolaan air sungai
g.     Pengelolaan mata air
h.     Pengelolaan air untuk rumah tangga
i.        Air hujan

C.     Pencemaran Udara
Atmosfer adalah lingkungan udara, yaitu udara yang meliputi planet bumi ini. Berdasarkan perbedaan temperaturnya, secara vertikal atmosfer menjadi 4 zona. Zona terdekat dengan permukaan bumi disebut troposfer, dengan ketinggian lapisan dari 0-18 km diatas ekuator, dan 0-8 km diatas kutub. Komponen terbanyak pada zona ini adalah nitrogen (78%) dan oksigen (21%). Diatas zona troposfer disebut zona stratosfer, yang ketinggiannya sampai sekitar 50 km. Unsur terpenting pada zonz ini adalah uap air dan ozon (O3). Diatas stratosfer disebut zona mesosfer yang ketinggiannya mencapai 80 km. Diatas mesosfer disebut zona termosfer, wilayah yang kaya ion ini dan ketinggiannya mencapai 1.600 km dari permukaan bumi. Pada wilayah ini temperaturnya sangat tinggi karena adanya energi matahari dan radiasi kosmik.
1.     Udara Ambien
Kualitas udara ambien merupakan tahap awal untuk memahami dampak negatif pencemaran udara terhadap lingkungan. Kualitas udara ambien ditentukan oleh 2 hal yaitu
1.     Kuantitas emisi cemaran dari sumber cemaran
2.     Prose transportasi, konversi, dan penghilangan cemaran di atmosfer
3.     Berbagai Pencemaran Udara
Pencemran udara disebabkan oleh adanya emisi. Emisi merupakan jumlah polutan (pencemar) yang dikeluarkan ke udara dalam satuan waktu tertentu. Cemaran udara diklasifikasikan menjadi 2 kategori menurut cara cemaran masuk atau dimasukan ke atmosfer, yaitu cemaran primer dan sekunder.
Ada lima cemaran primer yang secara total memberikan sumbangan lebih dari 90% pencemraan udara global adalah sebagai berikut
1.     Karbon monoksida
2.     Nitrogen oksida
3.     Hidrokarbon
4.     Sulfur oksida
5.     Partikulat
D.    Pencemaran Tanah
Tanah (Bahasa Yunani) pedon, (Bahasa latin) solum adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. 
Pencemaran tanah dapat diakibatkan oleh aktivitas pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik, kebocoran limbah cair dari industri dan rumah sakit,  tumpahan minyak, zat kimia dan limbah, kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).



1.     Unsur-Unsur Tanah
Tanah merupakan suatu lapisan yang mengandung partikel batuan, mineral, bahan organik, air, dan udara. Unsur utamanaya adalah mineral yang pada umumnya terbentuk dari bahan padatan anorganik yang mempunyai komponen homogen.
Tanah terdiri dari 3 sistem fase, yaitu sebagai berikut
a.     Fase cair
b.     Fase gas
c.      Susunan tanah (pedogenesis)
2.     Proses Pembentukan Tanah
Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah sering dikenal sebagai “pedogenesis”.
Proses pembentukan tanah melalui proses alami dan berlangsung sangat lama yang dipengaruhi oleh interaksi beberapa faktor, yaitu
a.     Mineral dan bahan
b.     Iklim
c.      Tumbuh-tumbuhan 
d.     Organisme di tanah
e.     Kelerengan/kemiringan
f.       Waktu 
3.     Fungsi Tanah
Tanah sangat vital peranannnya bagi semua kehidupan dibumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar.
Dari sigi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpanan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.
4.     Polutan dan Pencemaran Tanah
5.     Cara Menanggulangi Sampah
1) Sebelum dibuang ke tanah senyawa sintetis seperti plastik sebaiknya diuraikan lebih  dahulu, misalnya dengan dibakar.
2) Untuk bahan-bahan yang dapat didaur ulang, hendaknya dilakukanproses daur ulang, seperti kaca, plastik, kaleng, dan sebagainya.
3) Membuang sampah pada tempatnya.
4) Penggunaan pestisida dengan dosis yang telah ditentukan.
5) Penggunaan pupuk anorganik secara tidak berlebihan pada tanaman
.
Faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya pencemaran tanah antara lain
1.     pembuangan bahan sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, seperti plastik, kaleng, kaca, sehingga menyebabkan oksigen tidak bisa meresap ke tanah
2.     penggunaan pestisida dan detergen yang merembes ke dalam tanah dapat berpengaruh terhadap air tanah, flora, dan fauna tanah. Pada saat ini hampir semua pemupukan tanah menggunakan pupuk buatan atau anorganik.
Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain :
1. Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah).
2. Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan tanaman, dan
3. Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi
Penyebab Pencemaran Tanah

Secara umum, Pencemaran tanah dapat disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian.
1.    Limbah Domestik
a.    Limbah padat.
b.    Limbah cair
2.    Limbah Industri
Limbah domestik
a.  Limbah industri berupa limbah padat
b.  Limbah cair
3.  Limbah pertanian





Sumber